Belajar Sambil Berwisata di Agrotawon

Wisata Agro Tawon

Wisata Agro TawonAgro Tawon merupakan salah satu obyek wisata alternatif yang dapat kita jadikan pilihan untuk berwisata sebelum mengunjungi Kota Wisata Malang dan Batu dan Juga Wisata Bromo. Kenapa disebut agro tawon? Ya, disebuah peternakan yang diberi nama “Rimba Raya” ini merupakan tempat yang digunakan untuk memelihara dan mengembangbiakkan tawon atau lebah. Selain beternak dan mengolah hasil lebah, Rimba Raya yang berlokasi di Jl. Dr. Wahidin (8) 120 Lawang, Kabuapaten Lawang ini juga menyediakan tempat untuk edukasi. Di sini menyediakan sebuah paket presentsi untuk memperkenalkan tentang lebah kepada pesertanya. “kami memperkenalkan dan menjelaskan tentang jenis-jenis lebah, cara mengembangbiakkan dan produk apa saja yang dapat dihasilkan oleh lebah,” ungkap Hariyono selaku pengelola. Begitu memasuki kawasan ini, kita langsung disuguhi pemandangan yang unik. Disitu kotak-kotak tawon tertata rapi di samping kanan dan kiri jalan masuk. Ternyata, usaha peternakan tawon yang dikelola Hariyono ini sudah melewati dua generasi. “Usaha ini sebenarnya milik ayah saya sejak tahun 1978, saya tinggal meneruskan saja,” terangnya. Kemudian dia menambahkan. “awalnya beliau masih menggunakan alat tradisional berupa glodok (kayu yang dilubangi) untuk memelihara lebahnya. Baru pada tahun 1985 sudah memakai kotak”. Pada peternakan yang kini telah memiliki puluhan pegawai ini terdapat tiga jenis lebah. Yakni lebah lokal, Australia dan lebih jenis trigona. “lebah jenis Australia, dapat menghasilkan madu paling banyak karena memiliki tubuh lebih besar. Sehingga lebih ini cocok untuk usaha,” jelas pemuda yang mengaku masih single ini. Ternyata, produk yang dapat dihasilkan oleh lebah tidak hanya madu saja. “lebah dapat menghasilkan empat macam produk. Diantaranya Madu, Royal Jelly, Bee Pollen, dan propolis,” jelasnya. “Meski madu dihasilkan dari berbagai jenis lebah, namun kualitasnya tidak jauh beda hanya tergantung pada kandungan enzimnya”. Saat ini peternakan Rimba Raya telah memiliki beberapa lokasi penangkaran sampai keluar kota seperti Blitar, Nganjuk, Kediri dan Batu. “kami memelihara tawon dengan sistem angon. Ketika di Tumpang sedang musim lengkung, maka sebagian tawon kami bawa kesana untuk mendapatkan madu lengkung,: ujar pemuda berwajah lonjong itu. Dia menambahkan, “madu sudah siap panen ketika berumur 1 bulan. Itu jika bunganya optimal”. Dari satu kotak lebih dapat dipanen 30 – 40 kg madu murni. Agro wisata maupun agro industri mungkin sudah sering kita dengan bahwa kita jumpai. Bagaimana dengan agro tawon? Tentunya tinggal anda yang harus meluangkan waktu untuk mengunjunginya.