Wisata di Malang

Pusat Informasi Wisata dan Event Organizer di Malang Batu Bromo

Archive for the ‘Wisata Belajar dan Bermain’ Category

Museum Angkut Plus Movie Star Studio

Written by WDM on Mar 10th, 2014 | Filed under: Wisata Belajar dan Bermain

Museum Angkut Plus Movie Star StudioMuseum Angkut Plus Movie Star Studio di Kota Wisata Batu resmi dibuka pada hari minggu tanggal 9 Maret 2014. Museum ini memajang puluhan mobil jadul seperti Bentley tahun 1957, Alfa Romeo keluaran tahun 1966 hingga Chrysler Windsor Deluxe tahun 1952, mobil Chrysler Windsor Deluxe inilah yang pernah dikendarai Presiden pertama Indonesia Bapak Ir. Soekarno, selain itu juga terdapat mobil listrik milik menteri BUMN yakni Bapak Dahlan Iskan, ada juga mobil listrik karya SMK Muhamadiyah 7 Gondanglegi. Selain mobil kelas atas terdapat juga berbagai macam transportasi tradisional yang pernah digunakan di Indonesia antara lain becak, bentor, bajai, bemo, kereta kuda, dan cikar yang merupakan alat angkut kas Indonesia. Selain itu juga terdapat asal mula kendaraan roda dua dari sepeda angin hingga sepeda bermesin. Museum yang dimiliki oleh Jawa Timur Park Group ini memang belum seratus persen jadi atau siap diresmikan, tetapi pembenahan akan dilakukan secara bertahap dan para wisatawan juga segera mendapat pameran unik di Kota Wisata Batu. Pembenahan tersebut meliputi pembuatan petunjuk arah hingga berbagai fasilitas yang memang perlu ditambahkan di museum ini.

(more…)


Eco Green Park

Written by WDM on Dec 14th, 2013 | Filed under: Wisata Belajar dan Bermain

Eco Green ParkApabila Anda mengunjungi Jatim Park 2 yang  terkenal dengan Museum Satwa dan Batu Secreet Zoo, sayang rasanya jika tidak mencoba satu objek wisata lagi yang paling baru dari Jatim Park 2 yang bernama Eco Green Park. Di objek wisata ini sebenarnya hampir sama dengan Batu Secreet Zoo dan Museum Satwa, pada dasarnya mungkin saja tempat ini ditata menjadi antara dua objek wisata Jatim  Park sebelumnya, karena jika di Museum Satwa memamerkan berbagai binatang mati atau yang diawetkan, dan di Batu Secreet Zoo memamerkan aneka binatang hidup dan yang langkah sekalipun, di Eco Green Park terdapat binatang diawetkan dan juga binatang hidup yang langkah sekalipun. Meskipun berbagai koleksi binatangnya tidak sebanding dengan Museum satwa dan Batu Secreet Zoo, tetapi objek wisata ini mempunyai satu ciri khas tersendiri yang belum dimiliki oleh 2 objek wisata sebelumnya, yaitu satu patung gajah yang terbuat dari bangkai perlengkapan electronik seperti televisi, monitor, tape, dll.

(more…)


Asyiknya Berenang Bersama Lumba-lumba di TSI 2 Prigen

Written by WDM on Nov 1st, 2013 | Filed under: Wisata Belajar dan Bermain

Lumba-lumba TSI 2Menyaksikan lumba-lumba berenang di laut lepas mungkin merupakan pengalaman tak terlupakan, tapi kini Anda tidak perlu lagi pergi jauh-jauh ke laut untuk menyaksikan bahkan berinteraksi dengan lumba-lumba, datang saja ke wahana Swiming With Dolphin di Taman Safari Indonesia 2 Prigen Pasuruan. Di wahana ini Anda tidak hanya bisa melihat lumba-lumba, tetapi Anda dapat berinteraksi, bermain, memeluk, mencium, mengambil gambar hingga berenang bersama mereka, tentunya pengalaman yang menarik bukan ? Karena sangat banyaknya yang tertarik dan ingin mencoba wahana ini, pihak Taman Safari Indonesia 2 Prigen memberi kebijakan dengan reservasi sebelum datang dan menikmati berinteraksi dengan lumba-lumba, selain itu kunjungan hanya dibatasi 8 orang per hari. Dengan biaya lumayan murah, sebesar Rp. 40.000,- Anda dapat menikmati berinteraksi dengan lumba-lumba selama maksimal 30 menit.

Untuk tahap-tahap program tersebut adalah setelah Anda menyelesaikan masalah administrasi tahap berikutnya adalah edukasi, yaitu Anda akan dijelaskan tentang lumba-lumba itu sendiri dan juga kegiatan-kegiatan yang akan Anda lakukan di wahana ini. (more…)


Peniwen Affair

Written by WDM on Oct 25th, 2013 | Filed under: Wisata Belajar dan Bermain

Peniwen AffairTragedi “ Peniwen Affair” adalah sebuah catatan sejarah Palang Merah di Malang yang kini diabadikan dalam sebuah monumen yang merupakan satu dari dua monumen Palang Merah yang diakui secara internasional.
Tahun 1949, ketika Indonesia mulai dihujani meriam, pada saat itu juga Belanda mulai memasuki kawasan Malang Raya. Desa-desa kecilpun tak luput dari incaran ’pasukan tak berprikemanusiaan’ itu. Termasuk desa Peniwen di kecamatan Kromengan (sebelah barat Kepanjen) Kabupaten Malang. Pertengahan Februari 1949, Belanda mulai memasuki Peniwen dan mulai menghujani Peniwen dengan peluru-peluru dan meriam. Mereka berdalih sedang mencari seorang pemberontak yang disembunyikan di Peniwen. Padahal pemberontak yang dimaksud adalah seorang pendeta yang sedang memperjuangkan hak-hak warga Peniwen. Mereka tidak hanya merusak materi akan tetapi menyeret dan memperkosa gadis-gadis Peniwen.
Tepat tanggal 19 Februari 1949, tentara-tentara memasuki Rumah Sakit Panti Husodho, sebuah rumah sakit yang digunakan untuk merawat korban peperangan. Tanpa ’permisi’ mereka mengobrak abrik infrastruktur di dalamnya. Pelajar yang saat itu mengabdi sebagai relawan (sekarang PMR), dipaksa keluar dari dalam rumah sakit dan diperintah jongkok berderet. Seketika itu peluru-peluru segera dihujamkan tepat di dada para relawan yang penuh dengan semangat perjuangan. Mereka membidik dada-dada itu seakan sedang membidik sebuah sasaran empuk dalam perburuan rusa.
Untuk mengenang kejadian itu, Bupati Malang, Edy Slamet bersama warga dan Palang Merah Indonesia mendirikan sebuah monumen yang dinamakan “MONUMEN PENIWEN AFFAIR”.  Mereka yang meninggal dalam tragedi tersebut kini dimakamkan tepat di depan monumen. Dan untuk menghargai jasa mereka setiap malam tanggal 19 Februari selalu dilaksanakan serangkaian apel suci. Yang diikuti oleh warga, relawan dan anggota Palang Merah lainnya.

Sumber : www.malangkab.go.id


Alun-alun Kota Wisata Batu

Written by WDM on Oct 6th, 2013 | Filed under: Wisata Belajar dan Bermain

Alun-alun Kota Wisata BatuJika Anda berkunjung ke alun-alun Kota Wisata Batu, akan merasa mendapat kejutan dengan suasana tamannya. Disana akan melihat buah apel sebagai ikon Kota Wisata Batu dijadikan menjadi ornamen air mancur dan toilet, taman aneka bunga juga bermekaran warna-warni. Alun-alun yang terdapat pada jantung Kota batu ini berupa taman dengan air mancur dan sangat menarik sebagai wisata gratis di Kota Wisata Batu. Nuansa khas Batu sebagai kota apel menjadikan buah apel, strawberi, wortel dijadikan bangunan dengan fungsi sebagai toilet, ruang informasi, dan ruang sekuriti. Binatang-binatang seperti kelinci, sapi perah, dan bahkan Singo Edan yang merupakan logo dari klub sepak bola kebanggaan kota sebelah yaitu Malang menjadi sebuah lampion yang tampak indah pada malam hari. Di sudut-sudut taman ada air mancur yang berbentuk lingkaran dan kerucut sangat memungkinkan anak-anak bermain air dengan gratis. Anak-anak kecil kelihatan gembira dan ceria berloncatan bermain air mancur di siang terik. Memasuki alun-alun Kota Wisata Batu gratis alias tanpa bayar tiket masuk. Warga Batu sangat menyukai taman ini karena dilengkapi kebun bunga mawar aneka warna yangsedang berbunga. Yang sangat membuat kagum, adalah kedisiplinan warga yang tidak pernah memetik bunga yang sedang mekar, dan yang pasti dapat tumbuh dengan maksimal. (more…)


Di Inggil, Belajar Sejarah Sambil Makan

Written by WDM on Aug 21st, 2013 | Filed under: Wisata Belajar dan Bermain

Rumah Makan InggilNama rumah makan Inggil di Malang pasti sudah tidak asing bagi warga Malang ataupun wisatawan yang datang ke malang. Bahkan sejumlah turis mancanegara dan beberapa pejabat negara pernah mengunjungi rumah makan ini. Hal tersebut dikarenakan kekhasan rumah makan yang dimiliki sejarahwan ini. Rumah makan Inggil mengambil tema museum resto, ketika Anda kita masuk museum zaman dulu kala begitu kental terasa, koran zaman sebelum kemerdekaan, berbagai artefak, dan berbagai topeng Malangan yang merupakan produk kebudayaan warga kota Malang. Dwi Cahyono selaku pemilik rumah makan ini menjelaskan alasan dirinya mengambil tema museum resto, Dwi mengaku prihatin dengan situasi zaman sekarang sekarang yang semakin enggan mengunjungi museum, dengan adanya restoran ini diharapkan orang bisa makan sambil belajar sejarah. Di restoran ini sangat banyak dikunjungi oleh para turis mancanegara, karena selain mempunyai ciri khas yang berbeda dari rumah makan umumnya, Dwi juga melakukan promosi ke berbagai agent wisata di luar negeri, dari situlah para wisatawan mancanegara mengetahui rumah makan ini jika sedang wisata di Malang. Untuk pasar yang disasar, Pak Dwi memang membidik pasar menengah keatas, selain para pejabat nasional seperti Wakil presiden Boediono, ketua umum PAN Hatta Rajasa dan dewa pertimbangan partai Golkar Akbar Tanjung pernah merasakan nikmatnya restoran ini. (more…)


Ruang Museum Brawijaya Malang

Written by WDM on Aug 3rd, 2013 | Filed under: Wisata Belajar dan Bermain

Ruang Museum BrawijayaSetelah kami bahas halaman depan dan loby Museum Brawijaya Malang, berikut ini kami jelaskan beberapa ruang koleksi di museum tersebut. Di halaman tengah terdapat dua koleksi Gerbong Maut dan Perahu Segigir. Dan berikut kami jelaskan tentang ruang koleksi Museum Brawijaya Malang :

Ruang Koleksi I
Memamerkan benda-benda koleksi dari tahun 1945-1949. Koleksi yang dipamerkan sebagai berikut, (more…)


Museum Brawijaya Malang

Written by WDM on Aug 1st, 2013 | Filed under: Wisata Belajar dan Bermain

Museum Brawijaya MalangMuseum Brawijaya adalah museum bersejarah di kota Malang, museum ini masih menjadi salah satu magnit wisata sejarah di kota Malang. Museum ini didirikan pada tahun 1968 oleh mantan Pangdam Brawijaya yang menjabat pada tahun 1959-1962 yaitu Brigjend TNI (Purn) Soerachman. Museum yang di srsiteki Kapten Czi Ir.Soemadi dibangun di luas tanah seluas 10.500 meter persegi, dan pada pembangunannya didukung biaya dari pemilik salah satu hotel di Tretes Pandaan dan tak lupa didukung penuh oleh pemerintah kota Malang. Nama Museum Brawijaya ditetapkan berdasarkan keputusan Pangdam VIII/Brawijaya tanggal 16 April 1968 dengan sesanti (wejangan) ‘Citra Uthapana Cakra’ yang berarti sinar (citra) yang membangkitkan (uthapana) semangat/kekuatan (cakra). Sedangkan museum diresmikan pada tanggal 4 Mei 1968.

Benda Koleksi Museum Brawijaya Malang adalah :
Halaman depan Museum Brawijaya adalah taman senjata bernama ‘Agne Yastra Loka’. Diartikan secara bebas sebagai tempat/taman (loka) senjata (yastra) yang diperoleh dari api (agne) Revolusi 1945. Adapun benda-benda yang dipamerkan adalah sebagai berikut: (more…)


Candi Jago

Written by WDM on Feb 6th, 2013 | Filed under: Wisata Belajar dan Bermain

CanCandi Jagodi Jago berasal dari kata “Jajaghu”, didirikan pada masa Kerajaan Singhasari di abad ke-13. Arsitektur Candi Jago disusun seperti teras punden berundak. Badan candi disangga oleh tiga buah teras. Bagian depan teras menjorok dan badan candi terletak di bagian teras ke tiga. Atap dan sebagian badan candi telah terbuka. Pada dinding luar kaki candi dipahatkan relief-relief cerita Kresnayana, Parthayana, Arjunawiwaha, Kunjarakharna, Anglingdharma, serta cerita fabel. Pada sudut kiri candi (barat laut) terlukis awal cerita binatang seperti halnya cerita Tantri. Cerita ini terdiri dari beberapa panel. Sedangkan pada dinding depan candi terdapat fabel, yaitu kura-kura. Ada dua kura-kura yang diterbangkan oleh seekor angsa dengan cara kura-kura tadi menggigit setangkai kayu. Kura-kura menjadi makanan serigala. Salah satu patung yang awalnya terdapat pada Candi Jago, yang merupakan perlambangan Dewi Bhrkuti Beberapa hiasan dan relief pada kaki candi berupa cerita Kunjarakarna. Setelah diberi nasihat dan patuh pada ajaran Buddha, akhirnya keinginan raksasa terkabul. Hiasan pada badan Candi Jago tidak sebanyak pada kakinya. (more…)


Candi Singasari

Written by WDM on Feb 1st, 2013 | Filed under: Wisata Belajar dan Bermain

candi singosariCandi Singosari adalah Candi Hindu Budha Peninggalan kerajaan Singhasari di wilayah kota Malang. Tepatnya terletak di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia. Berdasarkan penyebutannya pada Kitab Negarakertagama pupuh 37:7 dan 38:3 serta Prasasti Gajah Mada bertanggal 1351 M di halaman komplek candi, candi ini merupakan tempat “pendharmaan” bagi raja Singasari terakhir, Sang Kertanegara, yang mangkat pada tahun 1292 akibat istana diserang tentara Gelang-gelang yang dipimpin oleh Jayakatwang. Kuat dugaan, candi ini tidak pernah selesai dibangun. Komplek percandian menempati areal 200 m × 400 m dan terdiri dari beberapa candi. Di sisi barat laut komplek terdapat sepasang arca raksasa besar (tinggi hampir 4m, disebut Dwarapala) dan posisi gada menghadap ke bawah, ini menunjukkan meskipun penjaganya raksasa tetapi masih ada rasa kasih sayang terhadap semua mahkluk hidup dan ungkapan selamat datang bagi semuanya. Dan posisi arca ini hanya ada di Singhasari, tidak ada di tempat ataupun kerajaan lainnya. (more…)