Desa Wisata Kungkuk

Desa Wisata Kungkuk

Desa Wisata KungkukDesa Wisata Kungkuk adalah suatu kampung yang terletak di Desa Punten Kecamatan Bumiaji. Kampung yang diapit oleh Gunung Panderman disebelah selatan dan gunung Arjuno di sebelah utara ini memiliki luas: 14 Ha, hutan 125Ha, ketinggian: ± 950 m dan dihuni oleh ±635 penduduk. Kampung yang dirancang khusus sebagai kampung wisata ini berjarak 6 km dari pusat Kota Wisata Batu. Mayoritas pekerjaan penduduk yang tinggal di kampung Kungkuk adalah petani. Jadi, mereka berangkat bertani di pagi hari dan pulang di siang hari. Kampung atau Desa Wisata Kungkuk tidak terlahir dengan cara tiba-tiba, daerah perbukitan ini dahulu merupakan hutan belantara. Suatu ketika ada beberapa orang mencoba untuk hidup dan tinggal di tempat ini ( Dalam bahasa jawa dikenal dengan istilah “babat alas” ). Babat alas pun dilakukan hingga sore hari, ketika matahari akan tenggelam semua orang berkemas meninggalkan area ini, disaat semua orang sudah pulang salah satu dari mereka ada yang masih duduk-duduk dibukit dan menikmati pemandangan alam sekitar. Ketika dia diajak pulang dia menjawab dengan bahasa jawa “engkuk-engkuk dhisek” yang artinya nanti dulu, maka untuk lebih mudah mengingatnya maka terlahirlah nama Kungkuk.

Wilayah ini memiliki suhu yang dingin sehingga berbagai jenis tanaman hias bersuhu dingin dapat berkembang subur dengan warna warni yang menghiasi udara sejuk, sehingga mengundang para pencinta parfum untuk menjadikan proses pembuatan parfum dan menikmati harumnya aroma bunga. “Serpihan Surga di Bumi Kungkuk”. Mungkin kata-kata inilah yang akan terbesit dalam benak hati setiap orang yang menginjakkan kaki di Kampung Wisata Kungkuk ini. Karena pesona alamnya yang luar biasa yang tidak di miliki oleh kampung-kampung wisata lain, selain itu, terdapat beberapa sumber mata air yang melimpah terletak di atas bukit dan lereng-lereng gunung yang ada di kampung wisata itu. Sejak dulu kampung Kungkuk memang memiliki panorama yang eksotis, dan Kungkuk telah dirancang secara khusus sebagai kampung wisata sejak tahun 2009. Disaat harga panen buah apel mulai menurun, ada beberapa penduduk yang mulai berpikir untuk mengembangkan masa depan kampung mereka. Akhirnya, setelah selalui musyawarah warga berkali terbentuklah Desa wisata Kungkuk. Sebagian besar kondisi jalan di Desa Wisata Kungkuk sudah layak untuk dilewati kendaraan roda empat atau roda dua.