Galery MALANG Bernyanyi

Galery MALANG Bernyanyi

Galery MALANG BernyanyiIngin mengetahui sejarah musik Malang maupun Indonesia pada umumnya, datang saja ke Galery MALANG Bernyanyi yang terletak di Perum Griya Shanta G. 407 Malang Jawa Timur. Museum musik ini didirikan tahun 2009 dan Pendiri galery ini adalah Bapak Pongki Manunggal, Bapak Hengki Herwanto yang merupakan mantan wartawan majalah musik Aktuil, Bapak Mukti Wibisono, Bapak Agus Saksoko, Ibu Retno Mastuti, Ibu Tutut, Ibu Arudya Widyastuti dan yang terakhir om Sigit. Mungkin ketika Anda berkunjung ke tempat ini, anggapan pertama yang Anda rasakan adalah tempat ini menonjolkan rock,karena memang para komunitas yang merupakan pelaku musik tahun 60-70 an adalah penggemar rock. Meskipun tempatnya yang relatif mudah ditemukan, sebagian besar pengunjung yang datang ke tempat ini rata-rata dari luar kota dan kemungkinan besar orang asli Malang tidak mengetahui mengenai museum musik ini. Pengunjung lokal Malang rata-rata datang dari kalangan mahasiswa dan pelajar yang memang berkepentingan disini untuk melakukan tugas sekolah ataupun penelitian. Meskipun tidak banyak pengunjung tetapi semakin lama museum ini semakin terkenal, hal tersebut dapat dilihat dari akumulasi pengunjung pada tahun 2013 yang mencapai 1500 orang. Koleksi yang terdapat di tempatmencapai jumlah 12.000 dari piringan hitam, CD, kaset, dan alat musik.

Selain itu ternyata para komunitas yang terdapat di Galery MALANG Bernyanyi mempunyai kegiatan atau program charity untuk membantu sesama, terutama korban bencana alam. Tidak hanya itu pada tahun 2014 ini program charity diberi nama G2000, program ini ditujukan untuk menyelamatkan aset piringan hitam di lokananta, piringan hitam yang berjumlah sekitar 20.000 buah itu ternyata tidak mempunyai cover, dengan pemberian cover yang berharga @Rp. 2000 diharapkan dapat menyelematkan piringan hitam tersebut, dan ternyata kegiatan tersebut didukung banyak artis ibukota antara lain Gleen Fredly, Anang dan Ashanti, White Shoes n The Couple Company. Bulan April kemarin juga ada kegiatan “Store Day” yaitu acara berkumpulnya para kolektor, penjual kaset, VCD, poster, piringan hitam, dan para komunitas. Avara ini dijadikan sebagai ajang berbagi ilmu antar peserta, dan berburu barang lama yang tentunya berhubungan dengan musik untuk dikoleksi. Tidak jarang juga para komunitas ini mengisi acara di UKM-UKM universitas di Malang seperti Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, dan POLTEK. Semoga kegiatan yang diadakan para komunitas Galery MALANG Bernyanyi ini bermanfaat bagi generasi penerus, dan tentunya kota Malang menjadi jujukan para musiksi Indonesia maupun Internasional.