Wisata di Malang

Pusat Informasi Wisata di Malang Batu dan Bromo.

Gunung Arjuna

Written by WDM on Sep 13th, 2012 | Filed under: Trekking

Gunung Arjuna Malang Jatim

Gunung Arjuna adalah gunung bertipe strata di Jawa Timur, dengan ketinggian 3.339 m dpl dan berada di bawah Pengelolaan Tahura Raden Soeryo. Gunung yang bernama sama dengan tokoh pewayangan ini bersebelahan dengan gunung Welirang yang yang merupakan gunung yang masih aktif dengan kawah belerangnya. Puncak Gunung Arjuno terletak pada satu punggungan yang sama dengan puncak gunung Welirang. Selain dari dua tempat di atas Gunung Arjuno dapat didaki dari berbagai arah yang lain. Gunung yang terletak di sebelah barat Batu, Jawa Timur ini juga merupakan salah satu tujuan pendakian. Di samping tingginya yang telah mencapai lebih dari 3000 meter, di gunung ini terdapat beberapa objek wisata. Salah satunya adalah objek wisata air terjun Kakek Bodo yang juga merupakan salah satu jalur pendakian menuju puncak Gunung Arjuna. Meskipun selain objek wisata air terjun Kakek Bodo terdapat pula air terjun lain, tetapi para wisatawan jarang yang mendatangi air terjun lainnya, mungkin karena letak dan sarana wisatanya kurang mendukung. Gunung Arjuno dapat didaki dan berbagai arah, arah Utara (Tretes) melalui Gunung Welirang,dan arah Timur (Lawang) dan dari arah Barat (Batu-Selecta), dan arah selatan (Karangploso), juga dari Sumberawan, Singosari. Desa Sumberawan adalah desa pusat kerajinan tangan di kecamatan Singosari, Malang dan merupakan desa terakhir untuk mempersiapkan diri sebelum memulai pendakian. Bisa juga melewati Purwosari yang lebih gampang dilewati, karena hanya setengah jam dari jalan raya dan langsung sampai di Tambakwatu.

Sejarah Gunung Arjuna adalah seorang raja Hastinapura yang bernama Pandu mempunyai 5 anak laki-laki yang bernama Yudistira, Bima, Arjuna dan si kembar Nakula dan Sadewa. Dari ke lima pandawa itu Arjuna adalah anak paling sakti dari saudara-saudaranya, karena konon Arjuna adalah jelmaan dari Dewa Perang yaitu Dewa Indra. Walaupun sudah sakti mandraguna, Arjuna masih sering bertapa untuk menambah kesaktiannya. Padu suatu hari Arjuna memutuskan untuk bertapa di lereng gunung di sebelah barat Kota Batu, Arjuna memilih tempat itu karena selain udaranya yang sejuk juga karena jauh dari pemukiman penduduk sehingga dia dapat bertapa dengan tenang. Pada Waktu bertapa di gunung itu, tiba-tiba puncak gunung tersebut semakin tinggi dan menjulan ke atas dan konon menembus langit karena kesaktian dari Arjuna. Karena tingginya, hingga gunung tersebut menyentuh dan mengguncang kayangan, guncangan tersebut membuat para dewa kwatir karena dapat menghancurkan kayangan, oleh karena itu mereka mengutus Batara Narada untuk membujuk Arjuna untuk menghentikan tapanya. Ternyata Batara Narada tidak bisa membujuk Arjuna untuk menghentikan tapanya, karena Arjuna beranggapan apabila berhenti bertapa maka dia tidak dapat memperoleh kesaktiannya. Kemudian Batara Guru memerintahkan 7 Bidadari tercantik di kayangan untuk membujuk Arjuna menghentikan bertapa, tetapi Arjuna masih bertahan dengan bertapanya. Berikutnya Batara Guru memerintahkan dedemit untuk mengganggu Arjuna, dan Arjuna masih tetap teguh. Lalu setelah berfikir keras Batara Guru teringat dengan Batara Ismaya yang mempunyai nama lain Batara Semar yang merupakan pengasuh Pandawa yang ada di Bumi dan meminta bantuannya untuk membujuk Arjuna menghentikan bertapa. Tanpa berfikir panjang Batara Semar mengajak Batara Togog untuk melaksanakan tugas tersebut. Datanglah Batara Semar dan Batara Togog untuk membujuk Arjuna, sebelum membujuk Arjuna mereka merubah diri menjadi besar dan membelah gunung tepat di tengahnya dan memotong bagian atas gunung. Setelah itu mereka mendatangi Arjuna dan membujuknya, dan ternyata Arjuna segera sadar dan menghentikan bertapa, dan mereka bertiga meninggalkan gunung tersebut. Sejak kejadian tersebut maka gunung tersebut diberi nama Gunung Arjuna.

Referensi : Wikipedia

 



Comments are closed.

  • Join Us :

    Wisata di Malangon Google+