Jum’at Legi, Hari Kramat Kabupaten Malang

Prasasti Dinoyo

Prasasti DinoyoMengapa hari jadi Kabupaten Malang diperingati setiap 28 November ? Dan bagaimana asal muasalnya, bahwa tahun ini adalah hari jadi yang ke – 1253? Mungkin, di antara warga di Kabupaten Malang, tak banyak yang mengetahuinya. Begini ceritanya.
Adalah Prof dr Habib Moestopo (alm), seorang sejarahwan yang juga dosen di Universitas Negeri Malang (UM), yang pertama kali mengusulkan pada 28 November sebagai hari jadi Kabupaten Malang. Ini dia usulkan pada 1983, setelah melakukan riset cukup panjang. Dasarnya adalah prasasti Dinoyo. Di dalam prasasti yang bertuliskan huruf Jawa Kuno dengan bahasa Sansekerta itu diceritakan adanya sebuah sistem pemerintahan yang sudah baik, dengan nama Kanjuruhan. “Dulu, Kanjuruhan merupakan sebuah komunitas penduduk. Tapi, komunitas ini sudah mempunyai sistem pemerintahan yang sudah baik,” kata Suwardono, sejarahwan Malang.
Disebutkan pada prasasti itu, bahwa tata pemerintahan di Kanjuruhan sudah ada sejak 1 Krsnapaksa Bulan Margasirsa 682 Saka. Ini lah yang dijadikan dasar Prof Habib untuk menentukan hari jadi Kabupaten Malang. Dari hasil risetnya, penanggalan 1 Krsnapaksa 682 Saka jika dikonversikan ke tahun kabisat, jatuhnya  pada 28 November 760 Masehi. Berarti 1.253 tahun yang lalu.
Menurut Suwardono, dalam prasasti Dinoyo disebutkan, bahwa 1 Krsnapaksa kala itu jatuh pada hari Tunglai Umanis Sukra. Ini kalau menurut penanggalan Jawa, sama dengan jum’at Lagi. Pada ahri utu diceritakan dalam prasasti tadi, ada peresmian tempat suci. Tempat suci yang dimaksud, terang Suwardono ada dua versi. Versi pertama, tempat suci itu adalah Candi Badut di Dau. Versi kedua, Candi Karang Besuki di Kawasan Sukun.
Sebenarnya, terang Suwardono, Kabupaten Malang ini sudah ditempati beberapa kelompok manusia sejak zaman pra aksara. Mereka menempati lembah Sungai Metro ataupun sungai Brantas. Hanya saja, yang tercatat dalam bukti sejarah adalah Kanjuruhan. Karena itu peninggalan Kerajaan Kanjuruhan inilah yang dijadikan sebagai landasan adanya pemerintahan pertama di Kabupaten Malang.
Dwi Cahyono, sejarahwan Malang lainnya menambahkan, pusat pemerintahan Kanjuruhan berada di dekat Candi Badut, dia memperkirakan, letaknya berada di Desa Kejuron. “Kejuron ini diperkirakan ada di kecamatan Dau. Saat ini Desa Kejuron sudah punah karena dijadikan kawasan perumahan oleh pengembang sekitar 1980-an. Pada tahun ini masih ada sisa – sisa pagar kerajaannya. Namun saat ini sudah hilang terkena alat – alat berat,” kata Dwi Cahyono.
Setelah Kanjuruhan mulai tenggelam, sejarah kabupaten Malang terus tercatat dalam tinta emas Nusantara. Yakni dengan dimulainya sejarah Singhasari (Singosari) di bawah kepemimpinan Akuwu Tunggul Ametung (akuwu selevel dengan camat) yang berpusat di Tumpel (Jalan Tumapel, Singosari). Saat itu Singhasari berada di bawah Kerajaan Kadiri (Kediri).
Sejarah Kabupaten Malang mencapai titik puncaknya ketika Angrok (Arok) berhasil membunuh Tunggul Ametung. Kemudian Angrok mendirikan kerajaan sendiri dan berhasil mengalahkan Kadiri. Dari sinilah kemudian lahirlah Kartanegara, Prabu Singhasari yang mempunyai cita – cita ingin menyatukan Nusantara dalam satu kesatuan. Untuk mewujudkan cita – citanya tersebut, Kertanegara melakukan berbagai ekspedisi dengan cara damai. Dan salah satu ekspedisi terkenal yang pernah dilakukannya adalah Ekspedisi Pamalayu. Namun, cita – citanya gagal terwujud. Sebab saat sebagian tentaranya melakukan ekspedisi, pasukannya diserang oleh Jayakatwang, Prabu Kadiri. Tetapi cita – citanya kemudian berhasil dilanjutkan oleh keturunannya yang kemudian membentuk Kerajaan Mojopahit. Di bawah Mojopahit inilah kemudian Nusantara bisa terbentuk dan akhirnya menjadi cikal bakal berdirinya Indonesia.

History of Java; Catatan Perjalanan Raffless ke Candi – Candi di Kabupaten Malang.
Jawa Pos 28 Nov 2013