Kemerdekaan Kota Malang

Sejarah Penjajahan Malang

Sejarah Penjajahan Malang17 Agustus merupakan tanggal bersejarah bagi bangsa Indonesia karena pada tanggal tersebut Presiden RI Ir. Soekarno dan Wakil Presiden M. Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun kemerdekaan yang di proklamasikan Soekarno-Hatta bagi warga Malang pada waktu itu merupakan kemerdekaan milik orang yang ada di Jakarta, bagi warga Malang dan sebagian daerah-daerah lain masih belum merdeka karena pada saat itu kota Malang sendiri masih dijajah oleh Jepang. Itu tak lepas dari kuatnya tentara jepang yang masih menindas masyarakat diwilayah Malang. Namun proklamasi yang dikumandangakan Soekarno-Hatta telah membakar semangat warga Malang untuk terbebas dari penjajahan, dan membuat para pejuang Malang bersatu padu untuk membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang merupakan asal mula terbentuknya TNI. BKR sendiri terbentuk di Malang pada tanggal 22 Agustus 1945 , lembaga ini yang mengusir Jepang dan menahan masuknya Belanda ke Kota Malang. BKR sendiri pada waktu itu terus bergerilya dan bernegosiasi hingga akhirnya melucuti persenjataan Jepang pasca kemerdekaan RI, uniknya tidak seperti daerah-daerah lainnya seperti Surabaya, Bandung dll yang banyak menelan korban, Jepang di Malang menyerah tanpa ada pertumpaan darah. Pada waktu itu setelah melucuti persenjataan Jepang, masyarakat Malang menjadikan Jepang sebagai tawanan dan ditahan di beberapa tempat, yang konon sekarang menjadi sekolah di kota Malang. Setelah itu warga Malang belum serta merta menyatakan kemerdekaan seperti di ibukota, bahkan masyarakat pada waktu itu sempat bimbang mengikuti kemerdekaan RI indikasinya dikarenakan pada saat itu terjadi diskriminasi atau ketidak adilan pemerintah terhadap warga Malang, karena warga Malang dan sebagian daerah-daerah lain di wilayah selatan Jawa Timur mengalami kekurangan sembako hingga banyak korban meninggal karena busung lapar, tetapi pemerintah sendiri tidak memperhatikannya. Seiring berjalanannya waktu warga Malang warga Malang akhirnya ikut bergabung dengan RI, dengan menyatakan kemerdekaan pada tanggal 21 September 1945. Waktu itu pemerintah di Malang di pegang oleh Raden Adipati Ario Sam, dan pada waktu itu masyarakat Malang menuliskan “Freedom is glory of any nation. Indonesia for Indonesians” yang artinya Kebebasan adalah kejayaan sebuah negara. Indonesia untuk orang Indonesia. Tulisan tersebut di tulis di sisi utara masjid Jami Kota Malang yang sekarang menjadi kantor Bank Mandiri. Jadi warga Malang sendiri ada proses pemikiran dalam kurun waktu sebulan lebih untuk memutuskan bergabung dengan kemerdekaan RI.