Malang Punya Pemimpin Baru

Abah Anton

Abah AntonKota malang mempunyai pemimpin baru, pasangan M. Anton dan Sutiaji resmi dilantik menjadi walikota dan wakil walikota hari ini. Bertempat di gedung DPRD Kota Malang pada pukul 08.00 tadi pagi keduanya akan dilantik dan disumpah oleh gubernur Jawa Timur Soekarwo. Pasangan ini akan menahkodai Kota Malang selama 5 tahun kedepan, dan mereka mempunyai rencana untuk mengembangkan kota Malang untuk menjadi kota lebih baik dari sebelumnya. Bapak walikota Anton berujar kepada wartawan jawa pos bahwa pada awal kepemimpinannya dia akan menata PKL, mengapa PKL, karena menurut Abah Anton untuk menata kota agar tidak semrawut maka prioritas yang ditata harus PKLnya. Berikutnya yang akan dilakukan oleh pasangan ini adalah beda rumah milik warga tidak mampu, dan rencananya akan ada 1000 rmh yang akan dibeda, dan menurut Abah Anton tidak akan menggunakan dana APBD. Menurut Abah lagi, dana yang digunakan adalah dana dari para pengusaha dan perusahaan yang peduli. Abah Anton juga berencana menata dan mempercantik jalan Ijen, dan lagi-lagi Abah Anton berujar bahwa penataan tersebut tidak akan menggunakan dana APBD, menurut dia dana APBD harus digunakan untuk hal yang benar den menyentuh kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan. Selain itu, Bapak Walikota juga berjanji akan menyetarakan wong cilik, membersihkan pejabat-pejabat yang nakal dan membrantas mafia-mafia proyek di Pemkot Malang. Diawal Jabatannya pasangan Anton-Sutiaji sudah dihadapkan tiga proyek besar yang bermasalah, yakni dugaan bancakan dana proyek jembatan Kedungkandang senilai 54M, mark up anggaran pengadaan paku jalan solar cell 1,8M dan anggaran drainese jacking 40M yang muncul tiba-tiba. Untuk jembatan Kedungkandang dan masalah paku jalan adalah proyek 2012 sedangkan drainase jacking dianggarkan tahun ini. Ketiga masalah ini berbeda-beda, untuk jembatan Kedungkandang yang magkrak, dan diduga uangnya digunakan bancakan pejabat teras di Pembkot Malang, sedangkan untuk mark up paku jalan masalahnya adalah harga paku jalan yang hanya sekitar Rp. 60.000-Rp. 110.000 per unit namun di mark up menjadi Rp. 560.000 per unit sehingga terjadi penggelembungan anggarak tiga kali lipat. Sebagai pemimpin Baru Anton-Sutiaji bertekad memberantas praktik-praktik sindikasi proyek tersebut.