Menjajal Kemampuan Mata Air Sumber Jenon

Sumber Jenon Malang

Sumber Jenon MalangSatu lagi sumber mata air di Kabupaten Malang yang mujarab untuk menyembuhkan penyakit. Sumber itu adalah Sumber Jenon yang berada di kawasan Desa Gunung Ronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kemahsyuran sumber mata air itu membuat keberadaannya banyak dilirik para wisatawan. Mata air yang jernih, pemandangan desa yang olek, serta warna airnya yang hijau kebiruan adalah daya tarik objek wisata ini. Belum lagi kondisi alamnya yang masih alami dan “perawan”. Menurut Lurah Gunung Ronggo Sisyandi kebanyakan pengunjung tertarik untuk berobat. Sisyandi mengaku pernah juga menjajal keampuhan sumber tersebut. “Saya pernah sakit kulit. Setelah mandi, eh langsung sebuh,” tuturnya. Tak jarang pengunjung Sumber Jenon juga berasal dari luar kota. Mereka ada yang sekedar ingin bertamasya dan ada yang khusus datang untuk berobat. “Biasanya kolam tersebut ditaburi terlebih dahulu dengan bunga setaman. Setelah itu digunakan untuk mandi,” tutur Sisyandi yang juga sebagai pengelola sumber tersebut. Sumber jenon sangat ramai dikunjungi pengunjung saat liburan sekolah. Menurut Sisyandi, pengunjung yang datang bisa mencapai 1500 orang. “mereka biasanya datang berkelompok dengan menggunakan kendaraan umum” terangnya. Sumber Jenon sendiri mempunyai bentuk menyerupai kolam. Didalamnya terdapat pondasi batako yang tertata rapi. Kedalaman sumber sekitar empat meter. “Pondasi itu sengaja dibuat untuk menjaga keamanan pengunjung,” tandasnya. Di dalam sumber jenon terdapat batang pohon jenu yang membujur dari arah barat ke arah timur. Tak jauh dari sumber itu terdapat batang pohon beringin yang tumbang pada tahun 1971. Selain itu juga terdapat Ikan Sengkaring yang berusia ratusan tahun. Ikan hitam polos ini berjumlah 37 ekor, dengan ukuran 50 centimeter untuk anakan dan 170 centimeter untuk induk. “yang unik adalah jumlahnya (ikan Sengkaring, red) tak pernah berubah walau sudah berkali-kali dipancing.” Ungkap Sisyandi. Kejadian aneh lainnya juga diceritakan oleh Sisyandi. Dulu, katanya, pernah ada sepeda motor milik pengunjung terjatuh ke dalam sumber. “Walaupun sudah ditarik oleh 100 orang dengan alat bantu tali tambang, sepeda motornya tidak bisa ditarik,” terangnya. Sisyandi mengaku ingin mengembangkan objek wisata tersebut. Sisyandi menilai pengembangan kawasan wisata itu terkesan monoton. “saya ingin membuat perubahan,” terangnya. Lurah yang telah menjabat selama dua periode ini punya ide agar kawasan tersebut menjadi kawasan wisata keluarga. Niatnya akan direalisasikan tahun ini. “Kawasan jenon akan saya lengkapi dengan kolam renang, kolam sepeda air, sarana bermain anak-anak dan café. Semuanya pakai dana pribadi,” tuturnya. Itu semua dilakukan demi kesejahteraan masyarakat sekitar. “hasilnya bisa dialokasikan untuk kesejahteraan warga desa Gunung Ronggo,” Tambah Sisyandi.

Sejarah Sumber Jenon Konon pada tahun 1818, Rantung Wirogati yang merupakan Perwira Kerajaan Mataram. Bersama sang istri yang bernama Irogat, Rantung mengungsi ke kawasan ini. Kejadiannya paska peperangan. Tujuannya untuk menyelamatkan diri. Ditempat itu keduanya lantas bertahap hidup. Keduanya kemudian bercocok tanam dengan hasil tani yang melimpah. Saat musim kemarau (Paceklik) tiba, hasil tanamannya tak mendapatkan irigasi yang cukup. Akhirnya semua tanaman mati. Sementara, persediaan makanan sudah semakin menipis. Akhirnya Rantung Wiragati pamit pada sang istri untuk mencari pengairan. Dan bertapalah Rantung Wirogati di atas Gunung harimau di bawah Curah Pohon Jenu (pohon kuno). Dalam pertapaan tersebut tiba-tiba bertiup angin kencang. Tiupan itu lantas menyumbangkan pohon Jenu ke dalam ledukan Tanah. Bongkahan pohon tersebut mengeluarkan sumber air yang begitu deras sehingga menggenangi ledukan tanah. Konon batang pohon Jenu tersebut berubah menjadi Naga yang bila ditusuk dapat mengeluarkan darah. “Setelah kejadian itulah sumber itu diberi nama Sumber Jenon,” pungkas pria berkacamata ini.

Butuh Transportasi untuk  mengunjungi Sumber Mata Air Jenon di Kabupaten Malang.