Wisata di Malang

Pusat Informasi Wisata di Malang Batu dan Bromo.

Museum Brawijaya Malang

Written by WDM on Aug 1st, 2013 | Filed under: Wisata Belajar dan Bermain

Museum Brawijaya MalangMuseum Brawijaya adalah museum bersejarah di kota Malang, museum ini masih menjadi salah satu magnit wisata sejarah di kota Malang. Museum ini didirikan pada tahun 1968 oleh mantan Pangdam Brawijaya yang menjabat pada tahun 1959-1962 yaitu Brigjend TNI (Purn) Soerachman. Museum yang di srsiteki Kapten Czi Ir.Soemadi dibangun di luas tanah seluas 10.500 meter persegi, dan pada pembangunannya didukung biaya dari pemilik salah satu hotel di Tretes Pandaan dan tak lupa didukung penuh oleh pemerintah kota Malang. Nama Museum Brawijaya ditetapkan berdasarkan keputusan Pangdam VIII/Brawijaya tanggal 16 April 1968 dengan sesanti (wejangan) ‘Citra Uthapana Cakra’ yang berarti sinar (citra) yang membangkitkan (uthapana) semangat/kekuatan (cakra). Sedangkan museum diresmikan pada tanggal 4 Mei 1968.

Benda Koleksi Museum Brawijaya Malang adalah :
Halaman depan Museum Brawijaya adalah taman senjata bernama ‘Agne Yastra Loka’. Diartikan secara bebas sebagai tempat/taman (loka) senjata (yastra) yang diperoleh dari api (agne) Revolusi 1945. Adapun benda-benda yang dipamerkan adalah sebagai berikut:

  • Tank buatan Jepang hasil rampasan arek-arek Suroboyo pada bulan Oktober 1945. Selanjutnya oleh rakyat Surabaya tank ini dipakai untuk melawan sekutu dalam perang 10 November 1945.
  • Senjata Penangkis Serangan Udara (PSU). dikenal dengan Pompom Double Loop direbut oleh pemuda BKR dari tentara Jepang dalam suatu pertempuran pada bulan September 1945. Kemudian dipergunakan oleh BKR dalam rangka mempertahankan kemerdekaan baik dari serangan tentara sekutu maupun tentara Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia. Dalam pertempuran di barat Bangkalan senjata tersebut berhasil menembak jatuh dua pesawat tempur Belanda.
  • Meriam 3,7 Inch (Si Buang), dirampas dari Belanda dalam serangan 10 Desember 1945 yang dilancarkan pasukan TKR dan laskar pejuang lainnya terhadap kedudukan tentara Belanda di pos pantai Desa Betering. Dalam pertempuran sengit yang berlangsung hampir 6 jam tersebut, gugur seorang prajurit TKR bernama Kopral Buang. Untuk mengenang jasa-jasa prajurit tersebut kemudian meriam ini diberi nama ‘Si Buang’.
  • Tank Amfibi AM Track pernah digunakan oleh tentara Belanda yang hendak menduduki kota Malang pada masa Perang Kemerdekaan I. Namun usaha ini mendapat perlawanan sengit di Jalan Salak dan sekitar lapangan pacuan kuda antara tentara Belanda yang mempunyai persenjataan lengkap dengan pasukan TRIP yang senjatanya sangat minim dan terbatas sehingga mengakibatkan 35 orang anggota pasukan TRIP gugur. Jenazah dimakamkan dalam kuburan massal sebelah utara ujung timur Jalan Salak dan tempat ini sekarang dikenal sebagai Taman Makam Pahlawan TRIP Malang.
  • Patung Jenderal Sudirman, dimaksudkan untuk mengabadikan dan mengenang jasa-jasa Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Berikutnya pada ruang lobi terdapat beberapa relief perangkat lambang-lambang Kodam Brawijaya antara lain :

  • Relief sebelah selatan melukiskan wilayah kekuasaan Majapahit, juga dipahatkan perahu Hongi yang menggambarkan bahwa Majapahit memiliki armada laut yang kuat sehingga berhasil mempersatukan Nusantara, serta pahatan Raden Wijaya dalam bentuk Harihara.
  • Relief sebelah utara menunjukkan daerah-daerah tugas yang pernah dijalani oleh pasukan Brawijya dalam rangka menegakkan kemerdekaan; menumpas gerakan separatis dan gerombolan pengacau keamanan; serta tugas internasional sebagai pasukan perdamaian dan keamanan PBB di luar negeri.
  • Lambang-lambang Kodam/Kotama TNI AD di Indonesia.

Adapun beberapa ruang lagi yang akan kami paparkan pada artikel kami selanjutnya. Dan untuk jam buka Museum Brawijaya adalah 08.00 hingga 14.30 pada hari Senin-Kamis, 08.00 hingga 11.30 pada hari Jum’at, dan pada hari Sabtu-Minggu buka pada pukul 08.00 hingga 13.00.

Penulisan artikel Museum Brawijaya Malang ini mendapat referensi dari museumindonesia.com



Comments are closed.