Pesona Pariwisata Probolinggo

Usai berdebu lautan pasir di Bromo atau berpantai ria di bentar, jangan pulang dulu! Tuntaskan perjalanan menikmati sensasi alam Probolinggo dengan mandi air sejuk pegunungan di Air Terjun Madakaripura dan berarung jeram di Sungai Pekalen. Di dua objek wisata alam itu, pasti bakal temukan sensasi berbeda. Pakailah sandal kalau mau ke air terjun, ntar sepatunya basah, begitulah saran dari beberapa orang, yang langsung menyodorkan sandal jepit di pintu masuk objek wisata Air Terjun Madakaripura. Di antara orang-orang yang sibuk menawarkan sandalnya, pandangan kami langsung tertuju pada sesosok patung Patih Gajah Mada yang bersila dengan gagahnya. Sebelumnya, di dekat Loket masuk ada juga patung Patih Gajah Mada yang sedang berdiri. Namun perhatian itu pecah oleh suara para penyewa sandal. Ada sekitar sepuluh orang yang mencoba menawarkan sandal jepit sewaan ini. Terlihat lusuh memang sandal jepit yang mereka tawarkan, tapi apa boleh buat, kami terpaksa menyewa karena lupa membawa. Setelah mencoba beberapa pasang, ternyata sandal milik Suyono yang paling pas. Suyono pun ikut mendampingi Kami menuju air terjun dengan bertelanjang kaki. Ternyata ada untungnya Suyono menjadi penunjuk jalan kami. Tak segan-segan dia membantu membawa barang-barang dan mengawasi kami menyusuri track yang lumayan menantang. Menurut Suyono, perjalanan menuju air terjun sekitar 30 menit, dan harus menyusuri sungai. Sebenarnya Pemkab Probolinggo telah membuat jalan di sisi sungai, namun tahun lalu terjadi banjir besar di sini, hingga beberapa bagian jalan yang terbuat dari beton ini runtuh,” jelas Suyono. Rusaknya beberapa bagian jalan membuat kami terpaksa harus turun menyusuri sungai. Sungguh menyenangkan perjalanan menuju Air Terjun Madakaripura, kami tidak perlu bersusah payak menanjak seperti air terjun di tempat lain. Track-nya tergolong datar, keindahan alam dan sungainya pun mampu menentramkan hati. Sebenarnya air terjun yang merupakan tempat bertapanya Patih Gajah Mada ini, lumayan jauh lokasinya dari Bromo.  Jalan menuju air terjun Madakaripura tidaklah terlalu mulus, harus melewati aliran sungai yang dihuni bebatuan besar dan licin. “Injak batu yang tidak berlumut, biar tidak terpeleset”, anjur Suyono. Air sungainya terasa dingin menyegarkan, ingin rasanya berlama-lama di air sungai yang membelah tebing ini. Tebingnya sendiri sangat indah, karena ditumbuhi pepohonan yang hijau dan lebat. Sampainya di lokasi, Anda dapat menyewa payung untuk bisa melewati tirai (sebutan untuk air terjun yang memanjang layaknya tirai). Begitu melewati tirai, pemandangan indah nampak di depan mata. Tak cukup sejuta kalimat diucap untuk menggambarkan keindahan air  terjun ini. Lokasi ini mirip sebuah sumur raksasa bila dilihat dari atas, dan Anda berada di dasarnya. Air keluar melalui dinding-dinding tebing. Tak terbayangkan bagaimana pada waktu itu, gajah Mada menemukan lokasi ini. Sangat terpencil. Tak kuasa hati ini tergerak untuk segera mengabadikan momen indah ini. Konon kabarnya air terjun ini banyak diambil airnya untuk diminum dan dipakai mandi oleh para pejabat. “biar awet muda dan memiliki kuasa, Mas” ungkap suyono. Tak terasa waktu bergerak dengan cepat memaksa untuk kembali. Kami mampir sebentar di kedai kopi di tepian sungai. Ah…indahnya hidup ini. Alam yang indah dan manusia yang menjaganya agar lestari. Sambil menghirup segelas kopi, khayal ini berkelana jauh menembus langit ke tujuh. Sungguh pengalaman tak terlupakan. Sensasi alam Probolinggo tidak hanya Madakaripura, menempuh jarak 26 km dengan mobil dari Kota Probolinggo atau selama 30 menit sebenarnya masih ada wisata arus deras di Sungai Pekalen. Objek wisata andalan yang memacu adrenalin ini menyusughkan berbagai petualangan, diantaranya rafting atau arung jeram dan outbound. Kami tiba di Songa Adventure, salah satu dari tiga operator wisata minat khusus ini. Dua lainnya adalah Regulo dan Noars. Menurut Manajer Operasional Songa Adventure, Tri harsono, lokasi arung jeram di alur Sungai Pekalen, merupakan alur terbaik setelah Sungai Citarik di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Dari segi keamanan wisata, jeram sungai Kali Pekalen medannya tidak terlalu berbahaya. Tapi, dari sisi tingkat kesulitan arung jeram, dalam kondisi normal angkanya bervariasi antara 2 – 3+. Wisata arung jeram Sungai Pekalen menempuh rute sepanjang sembilan kilometer, berangkat dari Desa Pesawahan di Kecamatan Tiris dan berakhir di Desa Condong, Kecamatan Gending. Jarak 9 km itu ditempuh dengan perahu karet selama tiga jam. Di tengah-tengah jalur rute arung jeram, peserta dapat beristirahat selama 30 menit untuk menikmati sajian khas menu jajan desa. Tenggorokan makin dimanja dengan air kelapa muda sebagai pelepas dahaga. Songa juga memiliki rute trip atas sepanjang 12 kilometer.