Rasa Kopi Amstirdam Menembus Eropa

Kopi Amstirdam

Kopi AmstirdamSalah satu potensi mendunia yang dimiliki Kabupaten Malang adalah kopi. Kualitas biji kopi yang tersebar di wilayah Amstirdam (Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, Dampit) termasuk dalam jajaran kopi Amstirdam berhasil mengusai pasar Arab Saudi, Jepang, hingga mayoritas negara di Eropa seperti Italia.
Soal rasa dan aroma menjadi andalan kopi Amstirdam. Karena rasa kopi khas kopi Amstirdam tak sama dengan produk kopi dari negara lain. Yakni, kekentalan rasa dan kafeinnya cukup kuat. Kekuatan rasa kopi Amstirdam inilah yang menjadikan penikmat kopi menjadi ketagihan. Penggemar kopi di negara – negara Eropa, cukup cocok dengan kopi jenis robusta Amstirdam ini. Sehingga, tak heran jumlah ekspor kopi Amstirdan begitu besar. Jajang Slamet Somantri, penyuluh pertanian lapangan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) Kabupaten Malang menjelaskan, total luas areal kebun kopi di Amstirdam seluas 7.800 hektare. Varietas robustanya 95 persen karena berada di dataran rendah, dan sisanya 5 persen Arabica karena di dataran tinggi. Khusus kopi robusta memiliki grade eskpor Jajang mengatakan, ekspor kopi Amstirdam memberi kontribusi 12 ribu ton per tahun dari total ekspor Indonesia sebesar 60 ribu ton per tahun. Jumlah ini terus digenjot. Caranya kata Jajang, para petani kopi dipermudah dengan akses permodalan agar produktivitas semakin tinggi. Pihak BKPPP juga melakukan sertifikasi seluruh petani gar kopi yang dipetik harus merah, bersih, besarnya smaa, dan bentuknya seragam. Sehingga, semua produksi bisa masuk PT Asal Jaya selaku,  pabrik pengolahan kopi terbesar nasional yang ada di Dampit. Direktur PT Asal Jaya Hariyanto mengatakan, produktivitas pabrik ini sebanyak 120 ton kopi per hari atau 3.600 ton per bulan. Hinfgga saat ini ekspor kopi PT Asal Jaya ke lima negara, Yakni Mesir, Jerman, Jepang, Italia, dan China. “Sebenarnya ada 46 negara yang membutuhkan kopi dari sini, tapi baru bisa memasok di lima negara,” jelas Hariyanto.

Terkait proses produksinya, kopi pasokan dari petani harus melalui empat tahapan. Yakni, mesin ayakan untuk memilah ukuran, kecil, sedang, dan besar. Lalu, kopi dipoles untuk menghilangkan kulit arinya. “Hasil ayakan selanjutnya disortir diambil kopi yang utuh. Selanjutnya, ditentukan grade-ny.”ujarnya. Tak hanya kopi yang jadi unggulan di kawasan Amstirdam dan sekitarnya. Potensi pisang mas kirana juga tak kalah melimpah. Tanaman pisang ini tersebar di lahan seluas 120 hektare. Jumlah produksinya mencapai 1.00 tandan per hektare per tahun. Dengan harga per tandan Rp. 25 ribu, maka dalam satu tahunnya mencapai Rp. 500 juta.Jajang Slamet Somantri menjelaskan pisang mas kirana terbanyak tersebar di Desa Sukodono, Srimulyo, dan Baruretno, Kecamatan dampit. Mereka tergabung dalam kelompok Tani Bumi Mulyo di Kecamtan Dampit, Kabupaten Malang. Pisang mas kirana ini sangat banyak dibudidayakan warga sekitar. Hasilnya juga bisa mengangkat perekonomian warga. Pembudidayaan pisang mas kirana ini, dilakukan dengan model tumpangsari dengan tanaman kopi. “Produksinya dikirim ke Surabaya, lalu dipasarkan secara premium diberikan brand khusus. Pisang – pisang bermerk yang kerap kita temui di supermarket modern itu, berasal dari Dampit,” jelas Jajang.

Sumber Jawapos 28 Nov 2013