Sejarah Selecta

Taman rekreasi Selecta di Kota Wisata Batu

Selecta Kota Wisata BatuDi Indonesia, rasanya tidak afdhol kalau tempat terkenal tidak memiliki legenda, Selecta salah satunya dan memiliki legenda sendiri dan silakan percaya atau tidak. Sohibul hikayat, Ruyter De Wild meminta nasehat seorang raja di Singosari untuk mencari tempat strategis sebagai peristirahatan, rencananya tempat tersebut dipakai sebagai tempat duduk-duduk santai sambil menikmati indahnya pemandangan alam. Kala itu sang raja mengutus salah seorang empunya yang katanya berkesaktian tinggi dan mampu menerawang alam misteri. Setelah beberapa pilihan tempat dilakukan feasibility study, akhirnya daerah di Desa Tulungrejo ini di seleksi dan memenuhi syarat materiil dan spiritual. Tempat itu didatangi dan ditancapkan api lentera diatas tanah kemudian diamati api itu mengarah kemana ketika angin berhembus dan apakah warna nyala api kebiruan, kemudian empu mengendus tanah apakah mengandung bau suci.

Sejarah Selecta sendiri sudah lama dikenal sebagai tempat untuk menenangkan diri dari hiruk pikuk kota besar, selain itu Selecta mempunyai sisi sejarah heroik dalam rangkaian peristiwa berdirinya Republik Indonesia. Areal yang kini dikenal dengan Taman Selecta ini dulunya dimiliki pleh seorang penjajah Belanda. Sejak tahun 1928, Selecta menyimpan kenangan historis dan peristiwa di jaman revolusi. Bung Karno selaku proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia konon kabarnya banyak merenung dan menemukan ilham untuk menyatukan bekas kerajaan besar Majapahit dan kerajaan-kerajaan lain di Indonesia seperti Sriwijaya, Mataram, hingga kerajaan diwilayah timur Indonesia. Dari salah satu sudut Taman Selecta inilah tahun 1942 saat pendudukan Jepang selama 15 hari Bung Karno dan beberapa tokoh kemerdekaan RI menginap di villa Brandarice yang kini dikenal dengan villa Bima Shakti. Di Selecta ini Bung Karno beserta tim menyusun ide perjuangan hingga lahirlah teks naskah Proklamasi kemerdekaan RI.

Bung Hatta sebagai satu kesatuan Dwi Tunggal Soekarno-Hatta menjelang konferensi KNIP tahun 1956 juga pernah singgah di villa Bima Shakti. Ketika itu Bung Hatta menyelesaikan Keris Semangat yang menjadi cikal bakal perekonomian Indonesia. Pemikiran luar biasa Bung Hatta dengan menggerakan rakyat untuk menjadi pemeran utama penggerak roda perekonomian Indonesia dimulai dengan koperasi. Dengan semangat ekonomi kerakyatan ala Bung Hatta itu, hingga kini digunakan oleh manajemen PT. Selecta, salah satu prinsip ekonomi kerakyatan adalah dengan mengatur keuangan sebisa mungkin tidak berhutang. Ternyata banyak sejarah lahir di Taman Rekreasi Selecta !