Wisata Bendungan Sutami

Bendungan sutami malang

Bendungan sutami malangKhazanah wisata Kabupaten Malang memang tidak pernah diragukan. Tidak hanya memiliki pantai dan wisata alam. Namun Malang juga memiliki wisata bendungan yang layak dikunjungi. Keberadaan bendungan tersebut dikelola Dinas Pariwisata Kabupaten Malang dan Perusahaan Umum (PU) Jasa Tirta. Bendungan yang dibangun di era Presiden Suharto mulai 1962 sampai taraf finishing tahun 1972. Pembangunan bendungan ini sendiri merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan pemerintahan Jepang. Pembangunan bendungan tersebut menelan biaya hingga ratusan juta rupiah. Pemerintah memfungsikan bendungan tersebut untuk sarana irigasi. Utamanya bagi warga di Malang Selatan khususnya warga di sekitar bendungan. Letak bendungan ini sendiri di Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Blitar. Nama Bendungan Sutami diambil dari nama pelaksana pembangunannya, Ir Sutami. Pemberian nama itu dilakukan sebagai wujud penghargaan kepada Ir. Sutami yang waktu itu juga menjabat menteri Pekerjaan Umum. Bendungan Sutami terletak 35 kilometer ke arah Selatan jalur darat menuju Kota Blitar. Bendungan tersebut bisa disaksikan oleh para wisatawan yang kebetulan hendak menuju kota Blitar. Bendungan dengan mempunyai lebar 823 meter dengan ketinggian 97 meter luas areal 2050 kilometer itu memiliki panorama alam sangat menarik bagi wisatawan yang mengunjunginya. Disamping sebagai saluran irigasi juga memberikan warna baru di sektor wisata di Malang raya. Menurutnya ada dua bendungan yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta. Salah satunya adalah Bendungan Selorejo di Kecamatan Ngantang. Lokasinya berada di sebelah Barat kota Malang, kearah kota Kediri. Bendungan karang kates atau lebih dikenal bendungan Sutami bsia mensuplai aliran air 24 meter kubik/sec dengan menghasilkan listrik 70 MW sedangkan bendungan lahor 35 MW. “Saya berharap warga menjaga kelestarian alam sekitar demi kelangsungan debit air bendungan,”. Sedangkan bendungan Selorejo sendiri lokasinya di Kecamatan Ngantang. Pengunjung bisa menikmatinya dengan berbagai alat transportasi mulai bus sampai angkutan desa. Dari kota Malang pengunjung bisa berangkat dari terminal Landungsari menuju terminal Batu. Selanjutnya pengunjung dapat menggunakan Bus yang menuju Kediri. Pengunjung selanjutnya bisa berhenti di Pasar Ngantang. Selanjutnya pengunjung dapat menggunakan kendaraan ojek menuju lokasi bendungan tersebut.