Yadya Karo di Gunung Bromo

yadya karo di gunung bromo

Yadya Karo di Gunung Bromo tak ubahnya Idul Fitrinya umat Islam, hari raya Karo dilaksanakan untuk memperingati asal-usul diciptakannya manusia oleh Tuhan yang maha esa, dalam perayaan Karo biasanya ditampilkan tari Sodoran yaitu tari yang menggambarkan / simboldiciptakannya manusia, pemberian “ Sorak “ yaitu tanda yang diberikan oleh penari kepada orang lain untuk menjadi penari pengganti/bergiliran dan merupakan simbol ketertarikan manusia kepada lawan jenisnya sebelum terjadi hubungan badan.

Rangkaian perayaan Karo :
1. Diawali dengan Ritual Kumpul Karo di rumah masing-masing kepala desa.
2. Dilanjutkan dengan Ritual Tekaning Ping Pitu bertujuan mengundang arwah para leluhur agar datang kerumah masing-masing warga.
3. Perayaan Karo dilanjutkan dengan pemasangan penjor dan umbul-umbul, bersamaan dengan acara ini digelar Ritual Melekan Kajad Banten Karo.
4. Kemudian pada paginya dilanjutkan dengan Ritual Resik Banten Karo dan memandikan Jimat Klonthongan.
5. Puncak Upacara Karo dilaksanakan Ritual Sodoran atau Nginum.

Masyarakat Tengger mengenakan pakaian adat / pakaian kebesaran adat hindhu, pakaian warna hitam lengkap dengan ikat kepala dan kain melilit di pinggang. Tari Sodoran dilakukan secara bergiliran, para penari semuanya laki-laki, tari sodoran dilakukan secara bergiliran / gentian dengan cara memberikan Sorak kepada orang lain. Mereka yang mendapat Sorak tidak boleh menolak dan harus melanjutkan tarian/harus menari sedangkan yang tidak mendapat giliran menari, bisa memberikan semangat dengan bertepuk tangan mengiringi tabuhan gamelan. Ditengah-tengah acara Sodoran, datang para wanita warga Tengger dengan
mengenakan pakaian kebesaran warna hitam sambil membawa rantang yang telah diisi makanan yang disiapkan dari rumah. Wanita warga Tengger tersebut menyerahkan rantang-rantang yang berisi makanan dan buah-buahan kepada suami-suami, anak- anak dan keluarganya yang mengikuti acara sodoran Mereka menikmati bekal yang dibawa istri-istri mereka dan menikmatinya bersama keluarganya masing-masing.

Sumber http://www.pasuruankab.go.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *